Yesaya 46:4  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Pernyataan ini disampaikan Tuhan melalui nabi Yesaya kepada bangsa Israel yang sedang mengalami kesesakan sebagai tawanan. Meski bangsa Israel telah ditawan oleh bangsa lain akibat ketidaksetiaan mereka kepada Allah, namun ternyata mereka masih tetap saja mau menggendong patung dewa-dewa yang mereka sembah, sekalipun dewa-dewa tersebut tidak dapat menyelamatkan atau berbuat apa-apa terhadap mereka. Bahkan, dalam keadaan yang sulit sebagai tawanan, tetap saja mereka sendirilah yang harus menaikkan dan membantu meletakkan patung-patung tersebut ke atas hewan pengangkut beban. Melihat kondisi seperti itu, Tuhan mengingatkan bangsa Israel, bahwa apa lagikah yang mereka harapkan dari dewa-dewa kesia-siaan yang mereka sembah itu. Bagaimana mungkin patung-patung tersebut dapat menolong bangsa Israel padahal berjalan sendiri saja mereka tidak bisa sehingga belum apa-apa sudah menjadi beban berat bagi pembawanya.

Bangsa Israel pada masa itu banyak yang masih menyembah dewa Bel, dewa tertinggi bangsa Babel, dan dewa Nebo, dewa pengetahuan, astronomi dan tulis-menulis. Mereka bergantung dan berharap kepada dewa-dewa tersebut, yaitu dewa-dewa yang mereka anggap dapat menyelamatkan serta dapat memberikan hikmat dan pengetahuan bagi mereka. Padahal kenyataannya, dewa-dewa tersebut tidak mampu untuk berbuat apapun bagi kebaikan mereka. Sebaliknya, Tuhan menyatakan bahwa Dia adalah Allah Mahakuasa yang sanggup menggendong, menanggung beban dan kesesakan mereka, bahkan mampu menyelamatkan mereka.
Inilah pesan Tuhan bagi kita minggu ini, yaitu bahwa kita memiliki Allah yang berkuasa untuk menanggung dan menyelamatkan kita. Bahkan saat kesesakan dan ketakutan melanda, Ia siap untuk menggendong kita. Beberapa hal yang dapat kita tangkap mengenai kemahakuasaan Tuhan Yesus, di antaranya:

(1). Dia adalah Allah yang sanggup menopang kita
Flp. 4:13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Apakah hari-hari ini kita sedang menghadapi suatu perkara yang terlalu berat untuk dihadapi, adakah masalah yang menurut akal pikiran kita terlalu sulit untuk dipecahkan dengan kekuatan diri sendiri, ataukah ada musuh-musuh yang terlalu tangguh untuk dikalahkan? Saat ini kita telah menerima pesan Tuhan, yaitu bahwa Ia adalah Allah yang hidup, yang siap menggendong kita. Ketika Ia menggendong kita, maka bukan diri kita sendiri lagi yang menghadapi persoalan maupun kesesakan tersebut, melainkan Tuhanlah yang menanggungnya bagi kita, umat yang dikasihi-Nya.

Bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa Tuhan sedang menggendong kita?

a. Ia memberikan kekuatan dan kasih karunia dengan limpahnya kepada kita. Dalam Kor. 12:9 diceritakan bagaimana di tengah kesesakannya yang berat, bahkan merasakan adanya “duri di dalam dagingnya”, rasul Paulus justru merasakan kekuatan Tuhan tercurah dengan limpahnya atas dirinya, hingga ia dapat berkata bahwa di dalam kelemahannyalah kuasa Tuhan nyata dan sempurna di dalam dirinya. Ia dimampukan Tuhan untuk menghadapi segala cobaan dan mengalami kemenangan.

b. Tuhan menyediakan orang-orang yang siap membantu dan memberikan kekuatan. Dalam Flp. 4:13 di atas, dikisahkan bahwa dalam perjuangannya untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada rasul Paulus, ternyata Tuhan senantiasa mengirimkan pribadi-pribadi yang siap berkorban bagi tergenapinya misi Kerajaan Sorga di bumi, yaitu orang-orang yang dengan tulus hati menjadi saluran berkat dan kasih Tuhan baginya.

(2). Dia adalah Allah yang hidup
Yes. 46:5  Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?

Tuhan menegur bangsa Israel yang masih mencoba menaruh harapannya kepada patung dewa-dewa yang mereka pikir dapat melakukan sesuatu untuk mereka, padahal pada kenyataannya, patung-patung dewa tersebut sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa, bahkan hanya menambah beban dan kesulitan bagi diri mereka sendiri. Demi patung-patung tersebut, mereka harus mengeluarkan emas dan perak dari kantung mereka, kemudian mengupah tukang untuk membuat apa yang mereka kira allah dari bahan yang dicairkan dengan api dan membentuknya menjadi sebuah patung, lalu menyembahnya (ay. 6-7).

Yesus yang kita sembah bukanlah allah yang demikian, yang tidak dapat melakukan apa-apa. Yesus adalah Allah yang hidup. Ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, dan yang menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa-Nya, sehingga sebagai representasi Allah di bumi, kita dipersiapkan dan dimampukan untuk melaksanakan mandat Kerajaan Sorga/masterplan-Nya Tuhan. Oleh sebab itu, ketika kita menghadapi suatu tantangan dan kesukaran dalam menjalani tugas di bumi ini, percayalah bahwa Ia sanggup untuk menanggung dan memikul segala beban itu, bahkan memberikan kemenangan yang gilang-gemilang bagi kita.

Ingatlah tentang kisah nabi Elia di gunung Karmel saat bertarung menghadapi empat ratus lima puluh nabi baal (1 Raj. 18:1-40) untuk membuktikan siapakah Allah yang sesungguhnya. Mereka meletakkan lembu yang siap untuk dipersembahkan kepada apa yang mereka anggap allah (Allah). Lalu mereka berseru kepada allah mereka masing-masing, dan allah yang menjawab seruan dengan menurunkan api dari langit, dinyatakan sebagai allah yang hidup. Allah keempat ratus lima puluh nabi baal ternyata gagal menurunkan api dari langit, dan ini membuktikan bahwa allah yang mereka sembah bukanlah allah yang hidup. Sedangkan Allah yang disembah nabi Elia, menjawab seruannya dengan menurunkan api dari langit. Dialah Allah yang Hidup, Allah kita.

(3).  Dia adalah Allah yang menyertai
Yes. 46:4  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.
Inilah jaminan Tuhan yang luar biasa bagi kita yang percaya kepada-Nya. Jaminan ini membuat kita tidak lagi memiliki alasan untuk menjadi takut, kuatir dan merasa ditinggalkan, karena Allah sendiri telah berjanji untuk menyertai kita, bahkan sampai masa akhir hidup kita.

Yosua merasa sangat takut dan gentar ketika ia dipilih menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel dan harus menyeberangi sungai Yordan, menginjakkan kaki di Tanah Perjanjian. Yosua sempat gentar karena ia merasa bahwa ia harus melakukan tugas yang berat itu seorang diri. Tuhan mengetahui kegentaran Yosua, dan itulah sebabnya Tuhan sendirilah yang meyakinkan Yosua bahwa Ia tidak akan meninggalkannya.  Yos. 1:5 seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Umat Tuhan, pesan yang kita terima hari ini sungguh menguatkan kita. Seberat dan sesulit apapun tantangan dan masalah yang kita hadapi, percayalah, ada Tuhan yang siap menyertai dan bahkan menggendong kita. Marilah kita memfokuskan pandangan mata kita hanya kepada Yesus, Allah yang hidup, dan bukan kepada hal-hal yang lainnya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

05 Agustus 2012 – Dia Menggendong Kita

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>