Kisah Para Rasul 27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.

Dalam perjalanan terakhirnya menuju Roma untuk menghadap kaisar guna membela perkaranya, rasul Paulus beserta beberapa tahanan diserahkan kepada seorang perwira Romawi yang membawanya melewati beberapa perjalanan laut dengan menggunakan kapal laut. Sejak dari Adramitium cuaca sudah sangat tidak mendukung perjalanan mereka. Besarnya angin sakal membuat kapal hampir-hampir tidak dapat maju. Namun, akhirnya, dengan bersusah payah tibalah mereka di perhentian pertama, yaitu sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea, sebelum mereka melanjutkan perjalanan berikutnya. Alangkah leganya ketika kapal akhirnya tiba di pelabuhan.

Namun karena kapal tidak dapat terlalu lama berhenti di pelabuhan, maka mereka harus segera melanjutkan perjalanan menuju Roma. Awalnya Paulus sudah memperingatkan bahwa tidak baik untuk berlayar saat itu karena cuaca buruk akan mendatangkan kesukaran besar bagi kapal dan seluruh penumpang, namun sang perwira lebih percaya kepada juru mudi kapal. Dan benarlah, tidak berapa lama turunlah angin badai. Kapal itu dilanda oleh terpaan angin haluan yang besar sehingga terombang ambing. Empat belas hari mereka seperti tanpa pengharapan. Mereka ingin segera tiba di pelabuhan selanjutnya, namun kondisi cuaca berkata lain.

Setiap orang percaya memiliki “badai” masing-masing dalam hidup mereka. Berbicara tentang badai, tentunya ada yang mengalami badai yang sesungguhnya, seperti benar-benar mengalami angin topan, banjir akibat hujan, gempa bumi, dan lain-lain. Namun ada juga yang menghadapi “badai” dalam makna kiasan, seperti kesulitan ekonomi, PHK, ditinggal orang yang dikasihi, difitnah, dikhianati dan lain sebagainya. Badai adalah bagian dari kehidupan yang harus dihadapi. Inti pertanyaannya adalah bukan kapan badai itu datang atau seperti apa badai itu akan menerpa, namun bagaimana setiap kita orang percaya merespons badai itu.

Saat itu Paulus sedang menghadapi kedua macam badai besar dalam kehidupannya, yaitu angin badai yang sedang menerpa kapal yang ia tumpangi dan ‘badai’ keputusan kaisar yang akan dijatuhkan dalam persidangan saat ia tiba di Roma nanti. Tetapi Paulus tidak pernah takut, seperti yang dialami para penumpang kapal. Ia tetap berdiri tegak dan bahkan menguatkan para awak dan penumpang kapal tentang “Sauh” atau “Pelabuhan Teraman” yang menjamin hidupnya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita minggu ini. Apapun kesukaran ataupun badai yang mungkin sedang dialami, pastikan kita tidak bergantung pada sauh yang salah, seperti yang dilakukan para awak dan penumpang kapal yang membawa Paulus. Tuhan menjamin bahwa kita akan tiba di pelabuhan yang teraman.

Beberapa kunci yang dapat kita pelajari dari diri Paulus tentang “sauh” yang ia pegang sehingga ia tiba dengan selamat antara lain:

(1). Sauh kehadiran Tuhan yang ia sembah dalam hidupnya

Kis. 27:23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,

Paulus sangat menyadari bahwa sekalipun sedang berada di tengah-tengah badai yang begitu besar, namun ia tidak sendirian menghadapinya. Ada Tuhan yang ia sembah yang datang memberi kata-kata kekuatan berupa firman, untuk memberi jaminan bahwa Tuhan, Allah yang hidup, sedang menyertainya. Di tengah kepanikan para awak dan penumpang kapal yang merasa hidupnya sedang terancam binasa oleh besarnya angin badai yang sedang menghempasnya, Paulus justru berdiri untuk menenangkan mereka. Ia berkata kepada orang-orang itu agar mereka tidak takut dan mereka tidak akan binasa, karena tadi malam ia didatangi seorang malaikat yang membawa kabar dari Tuhan yang ia sembah, yang menyatakan bahwa mereka akan tiba di tempat tujuan karena Paulus.

Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Paulus adalah hubungannya dengan Tuhan yang senantiasa ia jalin. Ia tidak hanya sekedar beribadah dan menyembah Tuhan, namun ia berusaha untuk mengalami kehadiran Tuhan. Ia rindu untuk memperoleh perkataan firman yang hidup dari setiap hubungan yang ia jalani bersama Tuhan. Itu merupakan sauh yang kuat bagi setiap orang percaya.

(2). Sauh visi Tuhan dalam perjalanan hidupnya

Kis. 27:24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.

Apa yang membuat Paulus dengan berani menenteramkan seluruh awak dan penumpang kapal dan menjamin bahwa tidak ada satu orang pun yang akan binasa di kapal itu? Karena tujuan perjalanan Paulus menuju Roma bukan semata-mata keinginannya. Tuhan sudah merancangkannya bagi Paulus. Malaikat yang diutus Tuhan mengingatkan kembali akan tujuan perjalanan Paulus, yaitu bahwa ia harus menghadap kaisar. Oleh karena itu Paulus sudah pasti lolos dari hempasan badai dan akan tiba dengan selamat di Roma. Paulus memiliki visi yang jelas dari Tuhan. Ia ke Roma bukan sekedar untuk membela dirinya namun Tuhan juga. Paulus hendak bersaksi di hadapan kaisar tentang Tuhan yang ia sembah.

Oleh karena Paulus memiliki visi yang jelas dari Tuhan, maka seluruh isi penumpang kapal ikut selamat terbawa oleh Paulus. Itulah pentingnya setiap orang percaya memiliki visi yang jelas dari Tuhan. Ketika kita menyambut visi Tuhan tersebut, percayalah Tuhan akan bertanggung jawab untuk menuntun kita menggenapinya. Sudahkah Saudara mengetahui visi Tuhan bagi kita di tahun 2016?

Mari jemaat Tuhan, apapun badai atau tantangan yang sedang kita hadapi, pastikan bahwa kita tidak sedang berpegang pada sauh yang salah. Kekuatan diri sendiri, berharap pada manusia, bersikap apatis, menyerah kalah dan tidak perduli visi adalah beberapa contoh dari bersandar pada sauh yang salah. Pastikan kita berpegang pada sauh yang benar, yaitu Tuhan Yesus yang akan membawa kita ke pelabuhan yang teraman. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

04 Oktober 2015 – Mendapatkan Pelabuhan Teraman

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>