Lukas 10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Hidup ini penuh dengan pilihan. Sejak kecil kita sudah dihadapkan dengan berbagai pilihan yang akan sangat menentukan ke mana langkah kita selanjutnya. Kita memilih apakah mau rajin belajar atau bermalas-malasan, apakah kita mau hidup teratur atau acak-acakan, menuruti orang tua atau membangkang, jujur atau bohong dan sebagainya. Hingga dewasa pilihan-pilihan hidup justru menjadi semakin banyak dan kompleks. Apakah kita mau mengambil pekerjaan tertentu atau terus mencari atau malah memilih untuk bermalas-malasan, apakah kita mau membantu orang lain atau terus berfoya-foya, memilih pasangan hidup, dan lain-lain.

Sesungguhnya manusia hidup dengan begitu banyak pilihan setiap harinya. Meski sebagian menjalani hidup dengan paksaan, sadar atau tidak kita semua bisa memilih apa yang hendak kita putuskan pada setiap saat. Dan setiap keputusan itu akan berdampak pada masa depan kita, bahkan bisa berdampak pada orang lain pula. Kita perlu pertimbangan yang matang untuk memilih setiap langkah karena mengambil dan memutuskan sebuah pilihan itu seringkali bukanlah hal yang mudah.

Alkitab menunjukkan bagaimana Tuhan pun memberikan pilihan-pilihan kepada kita. Meski Tuhan menginginkan anak-anak-Nya menjadi orang yang taat dan patuh kepada-Nya agar tidak luput dari keselamatan yang telah Dia anugerahkan kepada kita dan bisa berhasil dalam hidup sesuai rencana-Nya, tapi manusia tidaklah diciptakan sebagai robot-robot tanpa kehendak. Tuhan memberi manusia kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri, termasuk untuk memilih jalan hidup yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Tapi ingatlah bahwa walau bagaimanapun ada konsekuensi-konsekuensi yang akan datang dari setiap keputusan yang kita ambil.

Ada perbedaan antara Maria dan Marta, Maria telah memilih bagian yang terbaik dengan duduk diam memberi telinga untuk mendengarkan suara Tuhan. Kalau ada pilihan yang baik, lebih baik atau terbaik, mengapa kita bodoh dengan memilih yang baik saja dan tidak mau memilih yang terbaik? Menurut Yesus Maria telah memilih bagian yang terbaik saat dia mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang Yesus katakan.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan melihat bahwa masih ada begitu banyak orang percaya yang puas hanya dengan hal-hal yang biasa, atau puas dengan memilih bagian-bagian yang dirasanya cukup baik. Padahal di balik semuanya itu, sesungguhnya Tuhan telah menyediakan perkara-perkara yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Bayangkan, untuk urusan pembelian barang keperluan hidup sehari-hari, dari sejumlah uang yang kita keluarkan biasanya kita dengan penuh ketelitian berusaha mendapatkan barang yang terbaik dari sekian banyak pilihan. Namun untuk perkara rohani, Tuhan mau kita menjadi orang-orang yang tahu memilih yang terbaik seperti yang Tuhan kehendaki.

Apa saja yang dimaksud dengan memilih bagian yang terbaik?

(1). Pilihan untuk duduk diam dan mendengarkan perkataan Tuhan

Luk.10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Pada waktu Yesus berkata bahwa “Maria telah memilih bagian yang terbaik”, di dalam bahasa aslinya (Yun. meris/meros) dikatakan bahwa Maria sedang memilih satu bagian yang terbaik dari seluruh bagian baik yang harus dipilihnya (seperti memilih satu kue terenak dari seluruh kue-kue enak yang terdapat dalam satu loyang). Dampak dari tahu memilih yang terbaik adalah memperoleh sesuatu “yang tidak akan diambil dari padanya”, artinya tidak akan pernah hilang atau terhapus dalam ingatan namun akan terus melekat serta memiliki manfaat yang sangat berguna.

Contoh, apabila kue yang terbaik yang dipilih, maka orang tersebut akan terbayang-bayang dan tidak bisa melupakan rasa kue yang ia cicipi tersebut. Bahkan seringkali disertai dengan sebuah janji, bahwa suatu hari ia akan kembali mencari kue yang sama lagi. Coba bayangkan apa yang akan terjadi, apabila yang kita pilih adalah duduk di dekat kaki Tuhan lalu terus mendengarkan perkataan-Nya seperti yang dilakukan oleh Maria. Kira-kira hal luar biasa apa yang akan kita dapatkan, yang tidak akan pernah hilang, bahkan hal itu memberikan suatu manfaat yang luar biasa ke dalam hidup dan masa depan kita?

Bayangkan juga, sekiranya yang dipilih oleh orang percaya tersebut adalah kepenuhan anggur Roh Kudus, bukan kepenuhan anggur dunia, bayangkan hal luar biasa apa yang akan ia dapatkan yang tidak akan pernah hilang dari kehidupannya, dan manfaat apa yang akan ia alami yang tidak akan pernah diambil dari padanya?

(2). Pilihan untuk membangun mezbah bersama keluarga

Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa engkau akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”

Suatu zaman keemasan pernah terjadi atas bangsa Israel, dimana seluruh bangsa termasuk di dalamnya seluruh rakyat dan para pemimpin semuanya beribadah kepada satu Allah yang sama dan yang hidup. Zaman itu adalah zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua. Bayangkan, setelah masa itu tidak pernah disebutkan ada masa lain lagi yang mengalami hal-hal dahsyat seperti yang dialami bangsa Israel ketika itu.

Tentunya, kita pun rindu hal-hal luar biasa itu bisa terjadi di zaman di mana kita hidup saat ini. Namun ternyata perkara itu tidak datang begitu saja. Semua itu dimulai ketika ada seorang kepala keluarga yang berani mengambil sebuah pilihan terbaik yang diambil dari sekian banyaknya pilihan-pilihan untuk mengajak seluruh anggota keluarga untuk bersama-sama bergandengan tangan membangun sebuah mezbah untuk memuliakan Tuhan. Dari sebuah pilihan yang awalnya terlihat sederhana, namun Yosua dapat menangkap bahwa dari pilihan yang sederhana ini ternyata di dalamnya terkandung hal-hal dahsyat yang dikehendaki Tuhan bagi keluarga dan bangsa.

Mari umat Tuhan, mulai saat ini jadilah orang-orang yang jeli yang dapat membedakan manakah hal-hal yang biasa, manakah perkara-perkara yang lebih baik, dan manakah yang terbaik yang dikehendaki Tuhan untuk kita lakukan di sepanjang hidup kita. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

04 Desember 2016 – Memilih Bagian yang Terbaik

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>