Yosua 6:20 “Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.”

Ketika Yosua dan bangsa Israel menginjakkan kaki mereka di Tanah Perjanjian, mereka belum langsung dapat tinggal dan membangun kehidupan yang baru di atas tanah tersebut. Ada wilayah-wilayah yang harus mereka kuasai terlebih dahulu, ada penduduk-penduduk yang harus mereka kalahkan lebih dulu,  dan ada benteng-benteng yang harus mereka robohkan sebelum mereka dapat menikmati apa yang telah Tuhan janjikan pada mereka.

Minimal ada tiga buah benteng penting yang bangsa Israel harus robohkan terlebih dahulu sebelum mereka dapat menguasai kota yang ada di dalamnya dan masuk ke wilayah-wilayah selanjutnya, benteng-benteng tersebut adalah:
a. Benteng Yerikho (Yos. 6: 1- 27)
b. Benteng Ai (Yos. 7: 1- 8: 1- 29)
c. Benteng Yerusalem / Yebus (2 Sam. 2: 6- 10)

Benteng merupakan pagar berbatu besar yang sengaja dibangun penduduk kota setempat dengan tujuan melindungi kota-kota penting dari serangan musuh. Biasanya mereka memilih dataran tinggi, seperti bukit berbatu ketika hendak membangun sebuah kota, kemudian baru mereka buat benteng-benteng di sekeliling kota tersebut setinggi dan selebar mungkin, bahkan kota-kota tertentu ada yang bentengnya dibuat berlapis-lapis bahkan ditambah dengan parit di sekelilingnya.

Pesan Tuhan bagi kita adalah, masih adanya benteng-benteng dalam kehidupan kita yang tanpa disadari telah terbangun sekian lama dan benteng-benteng tersebut harus segera dirobohkan, jika tidak, benteng itu akan sangat menghalangi seseorang untuk dapat memperoleh penggenapan janji-janji Tuhan. Benteng-benteng tersebut tentunya bukan benteng yang terbuat dari batu secara fisik seperti benteng kota, melainkan ini berbicara tentang benteng spiritual (spiritual stronghold). Benteng-benteng ini menguasai sektor hati dan pikiran banyak orang percaya, hal inilah yang menyebabkan banyak cara pandang, cara berpikir, cara menangkap firman, dan cara melakukan, berbeda dengan yang Tuhan inginkan.

Benteng spiritual ini sesungguhnya berawal dari dusta yang kerap dibisikkan iblis ke dalam pikiran orang percaya, prinsip-prinsip dunia yang diterima begitu saja tanpa ada penolakan dan penyaringan oleh firman Tuhan, kemudian tumbuh menjadi benteng raksasa yang mengontrol hidup dan kehendak orang percaya yang tentunya bertentangan dengan prinsip Kerajaan Sorga.

Beberapa type benteng spiritual yang mungkin masih menguasai dan perlu disingkirkan:
(1). Benteng Kepahitan
(rasa sebal kepada seseorang, benci, tidak mau mengampuni, amarah, kekerasan, dendam)

(2). Benteng Iri-hati
(dengki, gosip, pengkhianatan, roh kritik, menghakimi, curiga)

(3). Benteng Kenajisan
(hidup dalan hawa nafsu, hipersex, masturbasi, sex di luar nikah, perzinahan, pornografi, pornoaksi, homosexual, frigiditas, sex yang menyimpang)

(4). Benteng Tekanan
(depresi, putus asa, mengasihani diri, merasa sendiri, kecanduan, ingin bunuh diri)

(5). Benteng Pemujaan
(frustrasi, kehilangan harapan, egoisme, cinta uang, target hidup yang salah, kebingungan, hidup dalam dusta, buta rohani, apatis / tidak bersemangat akan hari depan)

(6). Benteng Penolakan
(kecanduan, pemaksaan, merasa tidak berharga, mencari pengakuan, menarik diri dari lingkungan)

(7). Benteng ketidak-amanan
(merasa rendah, merasa tidak cakap, sifat takut-takut/malu, mencari hati manusia dan bukan Tuhan, kuatir, minder, menjalin hubungan secara salah/tidak semestinya)

(8). Benteng Pemberontakan
(mencari kehendak sendiri, keras kepala, berselisih, tidak mau bergabung/berkelompok sendiri, memecah belah, senang berargumentasi, amarah, roh ketidak-bergantungan/independent spirit, tidak mau diajar/mau jalan sendiri, menganggap diri benar, tidak mau diatur, tidak mau ikut peraturan)

(9). Benteng Penipuan/ketidakjujuran
(berdusta, berfantasi, berkhayal, berangan-angan, merasionalkan segala sesuatu, senang dengan pengajaran yang menyimpang, memutar-balikkan firman, menggunakan firman secara salah, menangkap firman dengan salah)

(10). Benteng Kontrol/kendali
(senang memanipulasi, tidak mudah menaruh kepercayaan, senang berselisih, kuatir, senang mencari pengakuan, tidak sensitif)

(11). Benteng Kesombongan
(angkuh, merasa diri selalu benar, fokus pada diri sendiri, senang dipuji, bangga pada diri sendiri, tidak sensitif, materialisme, tidak suka diajar, senang mengejar jabatan, orang lain selalu salah, tidak senang dinasehati)

(12). Benteng Ketakutan
(phobia/takut yang berlebihan akan sesuatu, pemaksaan, perfeksionis, takut gagal, ketidakmampuan menset tujuan hidup, trauma).

Ketika kita merasa masih adanya benteng-benteng tersebut dalam kehidupan kita, segera ambil suatu tindakan untuk merobohkannya, karena ketika kita membiarkannnya, maka benteng-benteng itu akan menjadi semakin kuat bercokol dalam kehidupan kita sendiri, yang akhirnya akan membawa kita kepada kerugian yang lebih besar, yaitu tidak tergenapinya janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita. Padahal, sejak awal memasuki musim yang baru Tuhan sudah berpesan bahwa segala yang baik yang Tuhan janjikan semuanya pasti akan digenapi.

Tindakan apa yang harus kita lakukan untuk merobohkan benteng-benteng tersebut?
2 Kor. 10: 3- 5
(3) Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
(4) karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(5) Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

a. Lakukan peperangan rohani (ay. 3- 4)
Ingat apa yang dilakukan Yosua dan Daud ketika mereka berhadapan dengan kota yang berbenteng (berkubu)? Mereka datang pada Tuhan meminta strategi dan langsung melakukan peperangan terhadap musuh dengan tekad yang besar. Ingat kepada setiap kita telah diberikan kuasa dan otoritas oleh Tuhan sebagai murid-murid Kristus untuk menghancurkan kuasa musuh.

b. Menjalani hidup dalam ketaatan kepada Tuhan (ay. 5)
Mulailah menawan segala pikiran dan taklukkanlah semuanya itu di hadapan Tuhan, artinya selaraskan segala pikiran kita dengan pikiran Tuhan sebagaimana telah tertulis dalam Alkitab. Jangan malu untuk meminta nasihat pada orang yang tepat. Jangan pernah lagi memberi ruang pada pemikiran-pemikiran yang negatif dan yang penuh dengan kompromi. Selaraskan hati kita dengan hati Yesus dalam hubungan yang senantiasa dibangun.

Mari umat Tuhan ada begitu banyak janji-janji Tuhan yang berharga bagi kehidupan kita di masa sekarang dan di masa depan. Tuhan mau tidak ada satupun dari janji-janji tersebut yang tidak kita terima hanya karena kita membiarkan ada benteng-benteng dalam kehidupan kita. Mari kita masuki tahun yang baru dengan mata yang senantiasa tertuju pada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

 

01 Jan 2012 – Robohkan Benteng Penghalang

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>